Welcome to my blog, hope you enjoy reading
RSS

Kamis, 18 April 2013

Rumah Beratapkan Jembatan



Rumah adalah tempat untuk berlindung di kala hujan dan panas. Setiap manusia pasti mempunyai rumah idaman, rumah yang dapat di huni dengan layak bersama keluarga mereka. Akan tetapi tidak semua orang bisa menempati rumah dengan layak, banyak di antara kita yang tinggal beralaskan tanah dan beratapkan jembatan.
 Misalnya saja di Jakarta, kota metropolitan yang  megah dan tempat orang-orang berbondong-bondong mencari nafkah atau bisa di bilang untuk merubah nasib di Jakarta. Menurut saya, pemikiran mereka salah justru Jakarta kota yang kejam, kota di mana setiap setiap manusianya harus mempunyai skill dan kreativitas yang tinggi kalau mereka tidak mempunyai itu, sia-sia saja mereka bertransmigrasi ke Jakarta yang ada mereka terlindas dengan perekonomian Jakarta yang segalanya serba mahal. Belum lagi dengan kepadatan penduduknya yang semakin semeraut saja.

Sehingga banyak orang yang memanfaatkan lahan-lahan kosong seperti kolong jembatan sebagai tempat tinggalnya. Tidak peduli dengan terik panasnya matahari ataupun dinginnya angin malam, yang penting mereka bisa tetap tinggal di Jakarta. Mereka hanya bekerja sebagai pengemis, pengamen, mencuri bahkan banyak yang pengangguran. Dari pengangguran itu menimbulkan tindakan kriminal di Jakarta semakin menggila. Dan tidak sedikit anak-anak yang masih di bawah umur menjadi korban tuntutan ekonomi. Ya…. memang tidak ada yang tau nasib setiap manusia, semua perlu usaha dan doa. Apabila mereka menyadari kalau sebenarnya di kampung tempat mereka tinggal lebih banyak hal yang bisa di eksplorasi sebagai ladang mencari nafkah, bahkan lebih baik ketimbang mereka tinggal di Jakarta, yang hanya bisa tinggal di bawah kolong jembatan.

0 komentar:

Poskan Komentar